Friday, June 8, 2018

KUIH MUIH DAN BISKUT DI HARI RAYA

Kunjungan keluarga, sanak-saudara, sahabat handai pasti yang dinantikan semasa hari perayaan. Jadi apa yang paling mustahak ialah menyediakan hidangan dan kuih-muih yang menyelerakan untuk mengisi perut mereka. Namun apa yang menjadi tidak seronok apabila ada pula kuih yang langsung tidak berusik, sampai habis raya pun kuih itu tak laku! 
Sedih kan, tapi hendak buat macam mana, lain orang lain citarasa. 
Bagi anda yang ingin mengelak pembaziran dan berpuas hati melihat bekas kuih-muih sentiasa kosong. Hah! Wanista senaraikan kuih-kuih raya yang sentiasa menjadi perhatian tetamu ketika datang beraya.
#1 Almond London – biskut bersalut coklat dengan intinya kacang badam. 

#2 Tart Nenas – pastri rapuh dengan jem nenas didalam

#3 Popia Simpul Kasih – kulit popia disimpul dengan isi serunding ayam atau daging

#4 Cornflakes Madu – kepingan cornflakes yang digoreng kilas bersama madu.

WHY SLEEP IS IMPORTANT

Sleep is as important to our health as eating, drinking and breathing. It allows our bodies to repair themselves and our brains to consolidate our memories and process information. Poor sleep is linked to physical problems such as a weakened immune system and mental health problems such as anxiety and depression.

When you don't sleep enough, your cortisol levels rise. This is the stress hormone that is frequently associated with fat gain. Cortisol also activates reward centers in your brain that make you want food. At the same time, the loss of sleep causes your body to produce more ghrelin.

Researchers have also shown that after people sleep, they tend to retain information and perform better on memory tasks. Our bodies all require long periods of sleep in order to restore and rejuvenate, to grow muscle, repair tissue, and synthesize hormones.

PILIHAN RAYA 14

Kita baru saja tamat PRU yang ke-14, pilihan raya yang telah memperlihatkan pertembungan begitu sengit tetapi merupakan manifestasi atau validation kepada amalan prinsip demokrasi yang kita anuti.
Banyak perkara digunakan sebagai senjata dalam PRU kali ini termasuk fitnah dan hasutan yang dilemparkan, antaranya Barisan Nasional akan melakukan penipuan untuk memenangi pilihan raya.
Jelas sekali dengan keputusan Pilihan Raya ini bahawa tidak ada penipuan. Ada juga dakwaan mengatakan bahawa saya dan rakan-rakan mengadakan mesyuarat Majlis Keselamatan Negara malam tadi, disebut kononnya untuk isytihar darurat, sedangkan jelas bahawa tidak ada mesyuarat bahkan tidak dipanggil pun untuk mesyuarat.
Di kesempatan ini saya ingin mengucapkan setinggi-tinggi terima kasih kepada pemimpin Barisan Nasional di peringkat nasional dan akar umbi, rakan-rakan dalam Barisan Nasional dan UMNO yang bekerja siang dan malam dalam membuat segala-gala program berkaitan PRU.
Sejak saya mengambil alih jawatan pada 2009, Kerajaan telah cuba sedaya-upaya untuk meningkatkan kualiti hidup rakyat dan memastikan masa depan lebih baik untuk rakyat dan generasi akan datang.
Mencipta 3 juta pekerjaan, mengekalkan kadar kemiskinan pada tahap rendah, membina Infrarakyat, memastikan ekonomi Malaysia dipacu pada kadar pertumbuhan yang boleh dibanggakan dan menerima pengiktirafan antarabangsa, dan rakyat secara inklusif mendapat banyak faedah melalui pelbagai inisiatif dan program yang kita laksanakan untuk setiap golongan, tiada yang ketinggalan.
Namun, jelas sekali apa yang kita lakukan mungkin kurang tarikan berbanding apa ditawarkan pihak lawan.
Kini, rakyat menanti janji-janji dan perancangan dilaksanakan seperti yang terkandung dalam manifesto mereka.
Kita dah lakukan yang terbaik dan pencapaian serta rekod kita boleh dibanggakan.
Namun, saya sedar ada juga perkara yang tidak sempurna sepanjang pentadbiran saya, tetapi keutamaan saya adalah sentiasa untuk menentukan keselamatan dan kemakmuran rakyat Malaysia.
Saya dan rakan-rakan menerima keputusan yang telah dibuat oleh rakyat, “I accept the verdict of the people,” dan parti Barisan Nasional adalah komited untuk terus menghormati prinsip-prinsip demokrasi berparlimen.
Oleh kerana tak ada parti yang mendapat majoriti atau “simple majority” maka Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong akan membuat keputusan siapa yang akan dilantik oleh Baginda sebagai Perdana Menteri.
Mengikut perlembagaan, pelantikan ini adalah keputusan Yang di-Pertuan Agong dan ia adalah berdasarkan kepada prinsip siapa yang mendapat kepercayaan dalam kalangan ahli-ahli Dewan Rakyat.
Barisan Nasional akan menghormati apa sahaja keputusan yang dibuat Yang di-Pertuan Agong, dan saya menggesa rakyat Malaysia berada dalam keadaan yang tenang dan beri kepercayaan kepada kebijaksanaan Yang di-Pertuan Agong untuk membuat keputusan.
Tentu sekali akan berlaku perubahan dan saya komited untuk menentukan penyelesaian dan keputusan terbaik yang akan kita landaskan kepada kepentingan rakyat dan negara.
Malaysia adalah negara sangat teristimewa, saya dan rakan-rakan berasa amat bertuah diberi peluang untuk memimpin Kerajaan dan negara ini selama ini.
Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan ribuan terima kasih kepada rakan-rakan saya dalam BN sekali lagi, termasuk kepada ahli-ahli keluarga mereka juga kerana memberi sokongan padu kepada BN.
Kita sudah menang di 79 kerusi dan ini satu mandat berat dan amanah rakyat yang perlu dilaksanakan, untuk beri kepercayaan mungkin lebih lagi, pada masa akan datang.

PENGALAMAN BERPUASA DI UKM

Saya rasa amat gembira dan merupakan pengalaman yang agak memuaskan apabila saya berpuasa buat pertama kalinya di UKM. Suasana yang sangat aman dan seronok apabila dikelilingi rakan seperjuangan dan tidak lupa juga ibu bapa yang jauh di rumah. Saya berasa sedikit sedih apabila tidak dapat berbuka bersama ibu bapa tapi apakan daya perjuangan harus tetap diteruskan demi masa hadapan.

UKM HEBAT

Tertanam di dua buah pot plastik berkelir hitam, tanaman cabai hiyung itu tumbuh merekah. Selain tumbuh meninggi, pohon menghasilkan cabai yang lebat. Sementara puluhan botol abon cabai hiyung dijajar rapi di atas meja.
Di stan pamer Lembaga Pengembangan Bisnis Banua Prima Persada pada Kalsel Expo 2017, kedua hasil budidaya milik Junaidi dan Kelompok Tani Karya Baru itu banyak mencuri perhatian pengunjung yang kebetulan lewat stan Lembaga Pengembangan Bisnis Baprida.
Junaidi sejatinya baru lima bulan terakhir sukses menumbuhkan pohon cabai hiyung setinggi satu meteran. Maklum, ia baru mendapat asupan ilmu setelah mengikuti bimbingan budidaya cabai merah di Kota Bogor, Jawa Barat, pada Maret 2017. Setelah Bogor, Junaidi bergeser ke Bandung untuk belajar mengolah produk hortikultura pasca-panen.
Berstatus Ketua Kelompok Tani Karya Baru, LPB Baprida mengutus Junaidi belajar aneka cara budidaya dan pengolahan pasca-panen. Lima hari belajar ke tanah Pasundan, Junaidi bergegas mengaplikasikan ilmu itu ketika tiba di kampung halaman, Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
“Setelah bimbingan teknologi, hasilnya tanaman cabai lebih lebat, meski ditanam dengan jarak 60-70 sentimeter di ladang. Artinya, produktivitas cabainya lebih banyak,” kata Junaidi.
Suami dari Kapsah ini menekuni budidaya cabai hiyung sejak 2010, setelah kepincut melihat harga cabai hiyung dan cerita sukses petani cabai di desa itu. Semangat Junaidi kian menabal karena Desa Hiyung sudah kesohor dikenal penghasil cabai yang diklaim punya rasa pedas 17 kali lipat ketimbang cabai lain.
Di sela rutinitas sebagai Sekretaris Desa Hiyung, ia mula-mula menanam cabai hiyung di lahan seluas 0,5 hektare bermodal duit Rp2 juta. Puas meraup keuntungan budidaya cabai, Junaidi menambah lahan tanam seluas 1 hektare. Ia tekun berbudidaya cabai karena petani sejatinya tak pernah merugi besar di tengah fluktuasi harga.
“Cabai enggak ada ruginya. Kalau pun harga anjlok, pengaruhnya untung jadi sedikit. Tapi enggak rugi, lebih banyak dapat harga bagus,” kata Junaidi.
Empat tahun pertama budidaya cabai, ia melego semua hasil pertaniannya lewat tengkulak. Maklum, Junaidi dan anggota kelompok tani cuma menggantungkan penjualan hasil bumi ke tengkulak, tanpa ada akses langsung ke pembeli, apalagi berkreasi mengolah produk turunan cabai hiyung.
Bantuan bukan tak pernah datang. Pemerintah Kabupaten Tapin membantu pengadaan bibit dan alat pertanian. Toh, kata Junaidi, petani cabai tetap bergantung tengkulak ketika menginjak musim panen. Ahasil, petani seperti Junaidi tak punya alternatif pemasaran melego cabai demi meraup untung lebih besar.
Sadar ingin lepas dari jerat monopoli tengkulak, Junaidi kepincut program pemberdayaan dan pelatihan yang digagas oleh LPB Baprida ketika menyambangi Desa Hiyung pada 2014. Junaidi makin antusias setelah LPB Baprida berkomitmen mendampingi petani mulai hulu sampai hilir. Lewat program di LPB, Junaidi dan kelompoknya mula-mula diajari bagaimana mencari alternatif pemasaran, mengolah hasil pasca-panen, plus budidaya cabai yang baik.
“LPB benar-benar membina dari awal tanam sampai pasca-panen, membantu menyiapkan alat pengemasan plus mengurus izin registrasi produk," kata pria kelahiran Desa Hiyung, 7 November 1969 itu. "Sebelumnya pernah dengan Dinas Pertanian, tapi hanya dalam bentuk bantuan benih dan alat pertanian.”
Dengan binaan LPB Baprida, Junaidi memiliki banyak alternatif melego hasil buminya. Misalnya saja ketika harga cabai anjlok, ia membuat sambal kemasan atau dikeringkan untuk bahan baku abon cabai. "Abon cabai hiyung bisa tahan enam bulan tanpa pengawet.” Alternatif semacam ini yang membuat Junaidi tak lagi menggantungkan nasib ke tengkulak.
Karena petani lebih kreatif mengolah cabai hiyung menjadi aneka produk turunan, kata Junaidi, pundi-pundi keuntungan pun melonjak. "Khusus abon cabai, saya menambahkan aneka varian rasa, seperti rasa udang, original, dan bawang," katanya.
Junaidi tetap melibatkan 25 anggota kelompok taninya. Semua produksi pasca-panen itu digarap oleh anggota kelompok tani. Di Desa Hiyung, mereka punya showroom yang memajang aneka produk turunan cabai hiyung. Satu kilogram cabai hiyung kering bisa dibuat 35 botol abon cabai dengan isi 35 gram per botol. Sementara harga jualnya dibanderol Rp 20 ribu per botol abon.
Agar penetrasi pasar produk pasca-panen lebih cepat, Junaidi menjalin kongsi dengan Pemerintah Kabupaten Tapin. Ia meminta tamu-tamu pemerintah daerah agar dikasih buah tangan abon cabai hiyung.
“Tinggal telepon atau bisa ambil ke Desa Hiyung. Respons masyarakat sangat baik, kami enggak khawatir lagi kalau sewaktu-waktu harga cabai turun. Sejak ada produk pasca-panen, harga cabai hiyung jarang di bawah Rp30 ribu,” ujar Junaidi. Beres mengolah abon dan sambal, ia bercita-cita mengolah keripik singkong cabai hiyung.
Selain itu, Junaidi terbantu membuka akses pemasaran cabai ke pasar modern. Sejak 2015, ia memperoleh jalan untuk melego cabai hiyung ke Lotte Mart. Dua tahun berikutnya, Junaidi memperluas pemasaran cabai ke Giant. Ia dan kelompok taninya rata-rata memasok 20-30 kilogram cabai hitung dalam sekali kirim. Ada pun dalam sebulan, Junaidi biasanya melakukan dua kali pengiriman.
"Kami juga mengirim 10 kilogram cabai hiyung ke ke salah satu restoran di Jawa Barat," kata dia.
Dengan asumsi satu hektare lahan butuh modal Rp5 juta, Junaidi kini meraup keuntungan bersih rata-rata Rp20 juta per bulan. Adapun sekali musim panen, ia bisa 26 kali memanen cabai di ladang seluas satu hektare itu. Ia merasa koceknya makin tebal setelah banyak alternatif pemasaran cabai hiyung. “Asumsi harga Rp35-40 ribu per kilogram,” kata Junaidi.
Toh, sederet cerita itu tetap menyisakan secuil masalah di sektor pertanian cabai hiyung. Junaidi dan petani lain cemas ketika hama penyakit tiba-tiba menyerang tanaman. Kalau sudah begini, Junaidi menyiasati dengan memilah cabai untuk dipanen lebih dulu.
Ke depan, Junaidi akan mengembangkan benih cabai rawit setelah mengantongi izin pengedaran. Di Desa Hiyung, prospek bisnis cabai hiyung agaknya terus mengilap. Walau banyak warga yang menekuni pertanian cabai hiyung, Junaidi tak merasa tersaingin. Bapak dari Ahmad Rizalu Arif dan Ahmad Zulfitri , itu malah antusias perekonomian desa makin tumbuh berbasis potensi lokal.
“Dari 423 kepala keluarga, 370 kepala keluarga bertani cabai hiyung. Total lahan seluas 112 hektare. Rata-rata memang perekonomian warga desa meningkat, desa kami tambah sejahtera dan mandiri,” cerita Junaidi.
Warga yang semula mayoritas bekerja ke luar negeri sebagai buruh, kini banyak yang menggarap budidaya cabai hiyung. Selain itu, kata Junaidi, warga sudah banyak yang berangkat umroh, naik haji, dan mampu merehab rumah lebih layak.
"Kini, kurang lebih 30 KK dari 423 KK yang masih tergolong miskin. Selain itu, kalau pada 2000, sekitar 40 persen penduduk Desa Hiyung menjadi buruh di luar negeri, sekarang cuma sisa 10 orang saja yang jadi TKI," ujar Junaidi. (dps) 

KULIT MUKA

Ada banyak faktor yang membuatkan anda mengalami masalah kulit wajah dan ianya mengikut jenis kulit wajah anda. Antaranya adalah:
1. Kulit Berminyak:
Terjadi kerana bukaan pori-pori yang besarInilah yang berlakunya masalah jerawat & jeragat. Situasi kulit berminyak ada banyak faktor di mana kemungkinan adalah di sebabkan faktor keturunan.
2. Kulit Kering:
Bukaan pori-pori kecil tidak kelihatan. Ini adalah di sebabkan kekurangan air dalam badan. Jika hal ini berterusan kemungkinan anda bakal menghadapi masalah kulit nanti.
Baca Juga: Muka Kering
3. Kulit Normal:
Kulit yang jarang mempunyai masalah kerana kandungan minyak & sifat kering pada kulit adalah seimbang. Anda merupakan golongan yang bernasib baik kerana tidak mengalami simptom ini.
4. Kulit Kombinasi:
Bahagian-bahagian tertentu kulit wajah yang diselaputi minyak. Merangkumi bahagian dahi, hidung, dan dagu. Bahagian lain pada wajah pula kering. Kulit jenis ini perlu sentiasa memerlukan penjagaan kulit wajah yang rapi, sama ada memakai krim anti jerawat atau memakai pencuci muka untuk kurangkan masalah tersebut.
Baca Juga: Muka Berjerawat
Akibat dari pendedahan cahaya matahari tanpa sebarang krim pelindung UV. Udara yang kotor akan menghasilkan toksin yang akan menyebabkan wajah kulit tidak sekata, bertompok-tompok dan kelihatan tidak sihat.
Toksin yang dihasilkan oleh kulit sangat sensitif dan  cepat bertindak kepada sebarang perubahan udara dan faktor sampingan yang lain.Keadaan ini yang mendorong terjadinya kulit kusam,penyelesaian paling mudah adalah dengan menggunakan produk pemutih kulit.


HISTORY OF HARI RAYA

History of Hari Raya

Hari Raya is a very important occasion that is celebrated by Muslims all over the world. It is also known as the festival that marks the end of one month of fasting. The words ‘Hari Raya’ mean ‘day of celebration.’ Many mistake Hari Raya Puasa for the Muslim New Year but it is not. What is Ramadan? Ramadan is the name of the one-month fasting period when Muslims fast for a period of almost 12 hours. They fast from dawn till sunset. It is a known fact that during the period of fasting, apart from eating and drinking Muslims are also forbidden from smoking and having sexual relations. Only the sick are excused from fasting during this month. Muslims are expected to avoid lying, breaking promise or cheating during the month of Ramadan. The primary purpose of fasting during Ramadan is to remind all Muslims of self-control and submitting to Allah, the holy one. Even young kids are taught to fast when they are young.